<span>10 tren L&D yang membentuk masa depan dunia kerja di Indonesia</span>

10 tren L&D yang membentuk masa depan dunia kerja di Indonesia

Rangkuman

Perusahaan di Indonesia terus meninjau kembali strategi L&D untuk mengikuti pertumbuhan bisnis, perubahan yang berlangsung cepat, dan cara kerja yang terus berkembang. 10 tren ini menunjukkan arah perkembangan pembelajaran di tempat kerja dan langkah-langkah selanjutnya yang dapat diambil pimpinan.

Pengantar

Indonesia sedang mengalami perubahan dalam cara perusahaan mengembangkan pembelajaran dan keterampilan karyawan. Berbagai bisnis merespons pesatnya penerapan teknologi digital, perubahan peran pekerjaan, dan tekanan yang semakin besar untuk mengembangkan talenta yang siap menghadapi masa depan dengan meninjau kembali strategi pembelajaran dan pengembangan bisnis. Akibatnya, muncul tren-tren baru di bidang L&D yang mengutamakan pembelajaran berkelanjutan, pengalaman belajar yang didukung teknologi, serta pengembangan keterampilan yang selaras dengan kebutuhan bisnis yang terus berubah.

Tren L&D terbaru yang mengubah dunia kerja di Indonesia

Pembelajaran di Indonesia kini tidak lagi hanya berfokus pada pelatihan berbasis kurikulum, tetapi sudah bergerak menuju pengembangan keterampilan yang dapat langsung diterapkan karyawan dalam pekerjaan sehari-hari. Berbagai perusahaan kini berfokus pada dukungan praktis, pelatihan dari manajer yang lebih intensif, serta program pembelajaran yang lebih mudah diakses, diterapkan, dan diukur. Tren-tren di bawah ini mencerminkan bagaimana L&D terus berkembang untuk membangun kompetensi secara lebih cepat dan konsisten di seluruh tim.

 


1) Pengembangan berbasis keterampilan

Keterampilan kini menjadi landasan utama dalam pembelajaran seiring berkembangnya peran dan berubahnya kebutuhan bisnis. Alih-alih menyusun program berdasarkan jabatan, perusahaan kini lebih berfokus pada kemampuan yang dibutuhkan karyawan agar dapat berkinerja optimal dan berkembang dalam berbagai peran. Pendekatan ini mendukung pengembangan yang lebih konsisten serta jenjang karier yang lebih jelas dan adil.

Cara menerapkannya

  • Tentukan keterampilan prioritas untuk setiap fungsi penting.
  • Tentukan seperti apa kinerja yang baik pada setiap tingkat keterampilan.
  • Buat jalur pembelajaran singkat yang difokuskan pada kesenjangan keterampilan yang paling umum.

2) Pemanfaatan AI yang bertanggung jawab

Menurut Statista, pasar AI di Indonesia bernilai sekitar US$1,8 miliar pada tahun 2023 dan diperkirakan akan tumbuh sekitar enam kali lipat pada tahun 2030.

AI semakin menjadi bagian dari pekerjaan sehari-hari, mulai dari menyusun pesan hingga merangkum informasi dan meningkatkan kualitas kerja. Fokus L&D kini bergeser dari kesadaran AI menjadi penggunaan AI yang bertanggung jawab, sehingga karyawan dapat meningkatkan produktivitas tanpa menimbulkan masalah terkait data atau kepatuhan.  

Cara menerapkannya

  • Latih tim mengenai cara-cara menggunakan AI yang telah disetujui dan relevan dengan pekerjaan.
  • Tetapkan aturan yang jelas mengenai penanganan informasi rahasia dan informasi klien.
  • Biasakan tim untuk memeriksa keakuratan hasil AI sebelum menggunakannya.

3) Bantuan belajar sesuai kebutuhan  

Karyawan sering kali membutuhkan bimbingan saat bekerja, bukan setelah mengikuti pelatihan formal. Akibatnya, proses pembelajaran kini terintegrasi ke dalam alur kerja sehari-hari melalui panduan kerja yang ringkas, contoh-contoh praktis, dan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan. Pendekatan ini membantu meningkatkan kualitas pekerjaan, mengurangi kesalahan berulang, dan mempercepat waktu untuk menjadi mahir.

Cara menerapkannya

  • Petakan tugas-tugas yang sering dilakukan dan kesalahan yang berpotensi menimbulkan kerugian besar.
  • Buat daftar periksa singkat, contoh, dan panduan langkah demi langkah.
  • Tempatkan materi pendukung di tempat karyawan biasanya bekerja dan mencari informasi.

4) Pembelajaran mikro berbasis praktik

Menurut Mordor Intelligence, pasar pembelajaran mikro bernilai US$3,32 miliar pada tahun 2026 dan diproyeksikan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 11,83%, sehingga mencapai US$5,81 miliar pada tahun 2031.

Pembelajaran mikro kini tidak lagi sekadar menyajikan video pendek dan bacaan singkat, melainkan pembelajaran singkat yang secara nyata dapat meningkatkan kemampuan. Program-program unggulan memadukan materi singkat dengan latihan langsung dan umpan balik sederhana, sehingga karyawan dapat langsung menerapkan keterampilan tersebut pada hari yang sama. Hasilnya, keterampilan lebih mudah diingat, penerapannya lebih konsisten, dan peningkatan kinerjanya lebih cepat.

Cara menerapkannya

  • Tambahkan satu tugas praktik setelah modul singkat.
  • Berikan umpan balik singkat dari manajer atau rekan kerja untuk memperkuat pembelajaran.
  • Latih keterampilan utama secara berulang selama beberapa minggu untuk membangun konsistensi.

5) Pembimbingan oleh manajer

Manajer tingkat menengah merupakan penghubung utama antara prioritas bisnis dan kinerja karyawan. Dengan berubahnya struktur dan transformasi digital yang dialami perusahaan, para manajer semakin berperan aktif dalam mendorong proses pembelajaran melalui bimbingan dan umpan balik harian. Bimbingan yang efektif dapat meningkatkan kinerja tanpa hanya mengandalkan pelatihan formal.

Cara menerapkannya

  • Sediakan panduan bimbingan sederhana untuk situasi yang umum dihadapi.
  • Berikan pertanyaan singkat untuk digunakan manajer saat melakukan evaluasi mingguan dengan tim.
  • Beri bimbingan secara rutin dalam interaksi sehari-hari, bukan hanya melalui pembinaan dalam sesi panjang.

6) Penilaian keterampilan dan kompetensi

Karyawan kini ingin mengetahui apakah mereka benar-benar berkembang, bukan sekadar ingin hadir dalam pelatihan. Di sisi lain, para pimpinan membutuhkan cara yang konsisten untuk menilai kesiapan karyawan di berbagai tim dan lokasi. Penilaian keterampilan dan kompetensi ini memberikan gambaran yang jelas tentang apa yang dapat dilakukan karyawan melalui evaluasi praktis. Hal ini membantu perusahaan mengambil keputusan yang tepat terkait mutasi internal dan peluang baru, serta membangun kepercayaan terhadap kemampuan karyawan di perusahaan.

Cara menerapkannya

  • Jelaskan tingkatan keterampilan dengan contoh-contoh yang jelas dan praktis.
  • Nilai keterampilan dengan menggunakan tugas-tugas kerja nyata dan pengamatan manajer.
  • Hargai kemajuan yang dicapai secara konsisten dan nyata.

7) Alur perpindahan internal

Perpindahan karyawan internal ke posisi lain di dalam perusahaan dapat membantu mengatasi kesenjangan keterampilan sekaligus mengurangi ketergantungan pada perekrutan dari luar. Jika karyawan tahu bagaimana mereka bisa berpindah ke posisi lain dan keterampilan apa yang perlu mereka kuasai, mereka akan lebih terdorong untuk berkembang dan bertahan di perusahaan. Agar efektif, perusahaan perlu menentukan keterampilan yang dibutuhkan dengan jelas dan memberikan dukungan kepada karyawan saat mereka mulai menjalankan tanggung jawab baru.

Cara menerapkannya

  • Tentukan alur perpindahan yang jelas untuk posisi yang sering dituju karyawan.
  • Tawarkan program pembelajaran singkat untuk mempersiapkan karyawan menghadapi masa transisi.
  • Dampingi karyawan baru selama minggu-minggu pertama dengan memberikan pendampingan dan evaluasi rutin bersama manajer.

8) Mengukur dampak pembelajaran terhadap bisnis

Perusahaan semakin mempertimbangkan keefektifan program pembelajaran melalui berbagai indikator, seperti waktu yang dibutuhkan karyawan untuk menguasai keterampilan, peningkatan kinerja, berkurangnya pekerjaan yang harus diulang, pengalaman pelanggan, dan tingkat retensi karyawan. Tren ini memperkuat kredibilitas dan membantu para pimpinan menentukan program mana yang benar-benar efektif untuk terus dikembangkan.

Cara menerapkannya

  • Pilih tiga hingga lima indikator kinerja per program, lalu kaitkan proses pembelajaran dengan indikator-indikator tersebut.
  • Bandingkan hasil sebelum dan sesudah proses pembelajaran, dan sertakan masukan dari manajer.
  • Bagikan informasi terbaru mengenai kinerja secara ringkas agar mudah digunakan pimpinan sebagai dasar pengambilan keputusan.

9) Pelokalan Bahasa Indonesia

Semakin banyak perusahaan yang menyesuaikan materi pembelajaran ke dalam bahasa Indonesia agar terasa lebih alami dan mudah digunakan. Jika bahasa dan contoh-contoh yang digunakan selaras dengan pekerjaan sehari-hari, karyawan akan lebih terlibat dan dapat menerapkan apa yang dipelajari dengan lebih cepat. Hal ini juga membantu tim menunjukkan kinerja yang lebih konsisten di berbagai lokasi.

Cara menerapkannya

  • Sediakan konten pembelajaran dan pengalaman menggunakan platform berbahasa Indonesia.
  • Gunakan contoh-contoh dari lingkungan kerja setempat yang dapat dipahami oleh karyawan.
  • Lakukan pengujian dengan pengguna sungguhan dan sempurnakan berdasarkan umpan balik yang diterima.

10) Kesejahteraan sebagai keterampilan kinerja

Perusahaan semakin memandang kesejahteraan sebagai pendorong utama kinerja, bukan sekadar inisiatif terpisah. Ketika karyawan memiliki energi dan fokus untuk menjalankan tugasnya dengan baik, kualitas dan pelayanan pun meningkat, serta kesalahan pun berkurang.  

Cara menerapkannya

  • Lakukan evaluasi beban kerja mingguan secara singkat.
  • Tetapkan aturan tim yang sederhana untuk menjaga fokus dan saling menyampaikan pendapat dengan penuh rasa hormat.
  • Ajarkan kebiasaan untuk segera mengatasi stres dan mencari dukungan.

Kesimpulan

Seiring dengan terus berlanjutnya transformasi di tempat kerja, pembelajaran dan pengembangan harus berkembang dari sekadar fungsi pendukung menjadi pendorong strategis bagi bisnis. Dengan mengadopsi tren-tren L&D yang sedang berkembang ini, berbagai perusahaan di Indonesia dapat mengatasi kesenjangan keterampilan yang kritis, memperkuat kemampuan kepemimpinan, dan membina tenaga kerja yang siap menghadapi tuntutan di masa depan. Komitmen yang berkelanjutan terhadap praktik pembelajaran modern tidak hanya akan meningkatkan pertumbuhan karyawan, tetapi juga memungkinkan perusahaan untuk tetap kompetitif, tangguh, dan berada dalam posisi yang tepat guna meraih kesuksesan jangka panjang.

Pertanyaan Umum

Apa perubahan terbesar dalam bidang L&D bagi perusahaan di Indonesia saat ini?
Perubahan terbesarnya adalah beralih dari pelatihan berbasis peran menjadi pengembangan berbasis keterampilan. Hal ini membantu perusahaan membangun kemampuan yang tetap relevan seiring dengan perkembangan peran, serta mendukung perkembangan karier yang lebih jelas dan lebih cepat.
Bagaimana tim L&D di Indonesia dapat mendorong penerapan AI yang bertanggung jawab di tempat kerja?
Mulai dengan menentukan di mana AI dapat dan tidak dapat digunakan, terutama terkait data rahasia. Berikan beberapa contoh penggunaan yang spesifik sesuai peran, lalu bangun kebiasaan melalui latihan singkat dan evaluasi oleh manajer.
Bagaimana perusahaan di Indonesia dapat mengintegrasikan pembelajaran ke dalam rutinitas kerja sehari-hari?
Identifikasi tugas-tugas yang paling sering dilakukan oleh karyawan dan yang paling sering menyebabkan kesalahan atau keterlambatan. Sediakan panduan kerja singkat yang mudah diakses saat bekerja, lalu dorong penggunaannya melalui sesi evaluasi mingguan bersama manajer.
Bagaimana para pimpinan L&D di Indonesia dapat membuktikan dampak bisnis yang lebih luas daripada sekadar penyelesaian kursus?
Menghubungkan setiap program dengan serangkaian kecil indikator kinerja bisnis, seperti waktu yang dibutuhkan untuk mencapai kemahiran, kualitas, dan pekerjaan ulang. Memantau hasil sebelum dan sesudahnya, dengan didukung oleh pengamatan manajer dan umpan balik pelanggan.
Mengapa pelokalan dalam Bahasa Indonesia penting bagi pembelajaran di tempat kerja di Indonesia?
Bahasa yang disesuaikan dengan konteks lokal dapat mengurangi hambatan dan meningkatkan rasa percaya diri, terutama bagi tim di garis depan. Ketika contoh-contoh yang diberikan mencerminkan realitas kerja di lapangan, karyawan menjadi lebih terlibat dan menerapkan apa yang telah dipelajari secara lebih konsisten dalam pekerjaan mereka.
Varun Chawla
Ditulis oleh Varun Chawla
About This Topic
Learning agility is the ability and willingness to learn quickly and easily and incorporate new learnings in daily and first-time tasks. Learning agility is among the most wanted skills in employees in today’s fast-changing work environment.

Dapatkan konten pemasaran yang luar biasa terkait dengan Perekrutan & L&D di kotak masuk Anda setiap minggu

Terus mendapat info terkini seputar pemasaran, penjualan, serta tips dan berita layanan terbaru

Dengan menggunakan penawaran dan layanan kami, Anda berarti menyetujui Persyaratan Layanan serta Perjanjian Lisensi serta memahami bahwa penggunaan dan akses Anda akan terikat oleh syarat dan ketentuan serta Pemberitahuan Privasi.